Eddie Karsito -
Imaji penggiat cerita film horor seolah tak ada habisnya. Menawarkan sesuatu yang baru, baik dari segi cerita maupun dari eksplorasi sinematografinya.
Sayangnya karya film jenis ini kerap menerima tuduhan tak kreatif. Tak jarang, baru mendengar judulnya saja, masyarakat sudah alergi dan cenderung meremehkannya.
“Namun apa yang sedang kami buat berbeda. Baik dari sisi penggarapan, maupun konten ceritanya,” terang Bon Astravita AS, kepada galamedianews.com, di lokasi shooting film horor “Arumi”, di kawasan Gadog Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/12/2016).
Bon Astravita AS, adalah penulis cerita film produktif yang banyak menulis cerita horor. Salah satu karyanya yang sempat booming adalah film horor ‘Lantai 13’ yang diproduksi tahun 2007. Di penghujung tahun 2016 ini, Bon kembali menorehkan cerita bertajuk ‘Arumi.”
Film ini diproduksi perusahaan film Flying Stars Pictures. Digarap Nayato Fio Nala, sutradara yang selama ini dikenal banyak mengerjakan film-film horor dengan gambar dan teknik editing yang memukau.
Cerita film bertema metafisik memang banyak digemari. Terlebih secara kultural bangsa ini sangat dipengaruhi budaya non material yang menjadi dasar etika; unsur spiritual yang dekat dengan keyakinan atau kepercayaan, seperti halnya mistik.
“Disamping nilai-nilai komersil tentu menjadi dasar pertimbangan bagi produser film ini, yang meyakini bahwa tema horor masih mampu menuai penonton. Ditambah lagi masyarakat masih menggandrungi berbagai kisah seram karena diyakini dapat membawa katarsis atau kelegaan emosional penonton,” papar Bon.
Ahmad Valis Akbar, produser film ini meyakini, sinergi kreatif antara Bon Astravita AS dan Nayato Fio Nala, serta dukungan seluruh tim kreatif, dapat melahirkan karya sinema yang tak semata menghibur.
“Arumi pasti beda dengan film bergenre sejenis. Di film ini tidak ada mengumbar kesadisan dan keseksian karakternya. Film ini benar-benar mengandalkan cerita dan gambar yang bagus. Layaknya film horor, sudah barang tentu film ini mengagetkan dan menakutkan,” papar Valis Akbar.
Film ‘Arumi’ didukung para aktor dan aktris populer, antara lain Ardina Rasty (Resty), Aditya Suryo (Rino), Panji Saputra (Dika), Nadira Maharani (Widi), Melvi (Merry), Rizka (Lily), Erlin Sarintan (Ibu Resty), Amara (Kaka Resty), artis cilik Vannie Hasan (Resty Kecil), dan belasan artis film lainnya.
Film yang akan dirilis akhir bulan Februari 2017 mendatang ini, kini sedang menjalani masa shooting selama dua minggu. Lokasi pengambilan gambarnya di kawasan Gadog Bogor Jawa Barat.
Ringkasan Cerita ‘Arumi’
Arumi adalah kisah seorang gadis kecil yang dipelihara mahkluk tak kasat mata. Mahluk penunggu hutan yang kerap menjebak orang-orang yang melintasi hutan tersebut lalu memangsanya.
Rasty mengajak empat sahabatnya Merry, Widi, Rino dan Dika, mengunjungi villa milik orang tuanya, yang kini di sekitar villa sudah menjadi hutan belantara. Rasty sudah lama tak mengunjungi villa ini, kurang lebih 15 tahun sejak peristiwa pembunuhan yang selalu mengganggu fikirannya. Benarkah ayahnya yang membunuh ibu dan kakaknya?
Sesuatu yang mengejutkan bagi Rasty ternyata keberadaan Lily dan mahkluk bernama Arumi membuka rahasia apa yang sebenarnya terjadi 15 tahun silam yang menyebabkan keluarganya tewas terbunuh.
Editor: boedi azwar
Sumber : http://m.galamedianews.com/film--tv/126299/mengandalkan-kekuatan-cerita-dan-gambar-yang-bagus.html





